Rabu, 12 Desember 2012

Langkah-langkah Pengobatan Penyakit Ayam

 
 
Langkah-langkah pengobatan penyakit ayam harus diketahui oleh peternak ayam. Ini dimaksudkan agar efektif dan efisiensi pengobatan dapat tercapai sehingga keuntungan dapat diraih oleh peternak. Intinya adalah penanganan yang tepat dan biaya yang seefisien mungkin dapat mengatasi masalah peternakan khususnya di bidang pengobatan penyakit ayam.
 
1. Kunci Pengobatan Efektif
a. Lingkungan yang kondusif dan mendukung
b. Registrasi label obat/kualitas obat
c. Ketepatan diagnosa penyakit
d. Manajemen penanganan penyakit
e. Dosis dan aplikasi yang tepat
f. Manajemen biaya pengobatan 
 
2. Diagnosa Penyakit
Diagnosa penyakit dapat diketahui melalui catatan kejadian mulai dari tanda-tanda hingga bedah bangkai (jika perlu). Seperti kita ketahui bahwa diagnosa penyakit pada ayam tidak semudah yang diamati. Katakan saja penyakit ngorok, belum tentu ayam terkena snot, bisa juga ada penyebab lain. Tingkat keparahan penyakit harus disesuaikan dengan dosis dan obat yang diberikan. Jangan sampai penyakit yang sudah parah diberikan obat dengan dosis yang rendah. Ini harus kita cermati dalam diagnosa penyakit. Jika bedah bangkai belum bisa mengetahui jenis penyakit maka langkah selanjutnya adalah pengecekan di laboratorium seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan fesese dll. Jika diagnosa tepat dan pemilihan obat tepat, maka produktifitas ayam akan kembali seperti semula. 
 
3. Ketepatan Aplikasi Pengobatan Penyakit Ayam
Setelah mengetahui penyakit dan tingkat keparahan ayam, maka langkah selanjutnya adalah aplikasi atau cara pengobatan penyakit ayam. Obat untuk ayam pada dasarnya terbagi menjadi 2 kategori yaitu lokal dan sistemik (seluruh tubuh). Dengan kata lain kita harus memilih dari 2 pengaplikasian pengobatan penyakit ayam tersebut. 
Untuk mencapai target yang dikehendaki maka pemberian obat pada ayam dilakukan dengan cara menyuntik. Ini dimaksudkan bahwa obat akan cepat tersalurkan dan tepat pada organ yang dituju tanpa melewati saluran pembuluh darah yang menyebabkan proses pengobatan menjadi lama.
Untuk pemberian obat melalui air minum dan ransum ada pula yang harus diperhatikan peternak. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat melalui air minum atau ransum adalah pencampuran obat harus tepat sesuai dosis atau takaran dan usahakan air atau ransum campuran obat tersebut dikonsumsi ayam selama 6 jam agar obat dapat bekerja secara optimal.
 
4. Ketepatan Dosis Obat
Kesalahan dosis dalam pengobatan penyakit pada ayam dapat menyebabkan ayam over dosis. Akibatnya ayam tidak sembuh malah bertambah parah. Kebanyakan dosis mengakibatkan keracunan sedangkan kekurangan dosis dapat menyebabkan resistensi. Itu sebabnya ketepatan dosis obat itu penting. Pada dasarnya dosis obat untuk ayam berdasarkan berat badan ayam tetapi pada praktiknya tetap mengikuti volume air. Biasanya ayam yang sakit mengalami penurunan konsumsi baik ransum ataupun air. Solusinya adalah kita hitung volume pakan atau air minum yang dikonsumsi ayam. Penghitungan air dan ransum ayam itu penting walaupun saat sehat dan sakit. Ini dimaksudkan agar konsumsi obat agar sesuai dengan dosis. Selain itu perlu diperhatikan bahwa pemberian larutan obat jangan sampai terkena matahari langsung serta pemberian tempat minum sesuai dengan kuota ayam yang sakit. Jangan mencampur obat selama lebih dari 8 jam, ini dimaksudkan agar obat tidak tercemar bakteri merugikan
 
5. Jangka Waktu Pengobatan
Pengobatan penyakit ayam harus memperhatikan jangka waktu pengobatan. Ini yang sering peternak abaikan, ketika ayam mulai sembuh dan pengobatan dihentikan. Pengobatan yang tidak sesuai dengan jangka waktu mengakibatkan resisten pada bibit penyakit. Hal yang paling parah adalah penyakit akan kebal dengan obat dan dosis yang sama. Jangka waktu pengobatan penyakit ayam adalah 3-5 hari dan pemberian obat adalah 2x sehari yaitu pagi dan sore
 
6. Cara Pengobatan Penyakit Ayam
Langkah selanjutnya adalah memilih cara pengobatan penyakit ayam. Seperti diutarakan pada poin 3 bahwa cara pengobatan penyakit ada 2 macam yaitu lewat air minum atau pakan dan suntikan atau injeksi. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cara pengobatan harus mempertimbangkan jenis obat, jenis penyakit, jumlah ayam, tingkat penyakit dan lama waktu pemberian obat. Pilihan yang tepat adalah pemberian obat yang banyak dilakukan dengan air minum sedangkan sisanya dengan suntikan. Efek pemberian suntikan adalah pengobatan yang cepat tetapi dapat menimbulkan stres pada ayam namun obat cepat diserap ayam. Sedang pemberian lewat air dapat menghemat waktu dan tenaga jika jumlah ayam yang sakit banyak namun dapat menyebabkan obat kurang diserap sempurna.
 
7. Pendukung Keberhasilan Pengobatan
Pendukung keberhasilan pengobatan adalah sarana atau alat yang digunakan. Air yang digunakan haruslah bersih dan tidak terkontaminasi oleh logam berat. Jika air dan suntikan terkontaminasi logam maka akibatnya obat akan mengendap dan tidak bekerja secara sempurna sehingga kualitas obat akan menurun. Kuncinya adalah rendam alat suntik dengan air mendidih dan jangan gunakan desinfektan
 
8. Kombinasi Obat
Dalam kenyataanya gejala yang timbul mungkin memiliki penyakit ganda apakah kita bisa mengkombinasi obat? Pada dasarnya tujuan kombinasi obat dapat dilakukan untuk menghemat biaya dan mengurangi gejala yang timbul dari gejala penyakit ganda. Namun jika kita hanya asal mencampur dan menggunakan alat yang seadanya akibatnya obat tidak akan berjalan dengan sempurna.
 
 
sumber: http://www.ternakayamkampung.com/2012/08/langkah-langkah-pengobatan-penyakit-ayam.html

Analisa Biaya Listrik Peternakan Ayam Kampung



Biaya listrik dalam peternakan ayam kampung dapat kita jadikan pedoman untuk analisa bisnis ternak ayam kampung. Melalui artikel ini kami mencoba membuat analisa biaya listrik peternakan ayam kampung. Analisa ini kami jadikan pedoman salah satu pengeluaran peternak dalam budidaya ayam kampung sebelum membuat analisa total pengeluaran dan laba agar tidak merugi di saat panen tiba. Mari kita analisa
Dalam proses pemeliharaan ayam kampung pengeluaran terbesar kebutuhan listrik adalah saat proses penetasan telur dan brooding. Dalam arti kebutuhan listrik terbesar ada pada saat pengadaan DOC yaitu penetasan telur dan saat pembesaran usia muda (1 hari - 1 bulan). Untuk itu dalam kaitanya biaya operasional ini harus kita analisa sejak awal untuk menentukan biaya pengeluaran yang harus ditanggung peternak. Berikut analisa kebutuhan listrik dan biaya pengeluaran per 100 ekor pemeliharaan.
Analisa kebutuhan listrik dan biaya listrik
Biaya listrik dihitung dengan satuan (KWH) dengan kilo watt hour. Artinya penghitungan biaya listrik dihitung per 1000 watt dalam pemakaian selama 1 (satu) jam. Penghitungan atau analisa biaya listrik dihitung menurut tarif dasar listrik pada bulan September 2012 sebesar Rp. 750,-/Kwh. Maka penghitungan biaya listrik adalah sebagai berikut :
Biaya = Daya/KWH
          = watt/1000 watt per jam
1. Analisa biaya listrik saat penetasan
Diambil dari analisa kebutuhan dan biaya listrik di atas, jika saat penetasan menggunakan lampu 1 (satu) buah dengan daya 50 watt dengan penggunaan selama 21 hari. Jadi, analisanya adalah sebagai berikut :
Besar listrik dalam incubator = 50 watt
                                                = 50 watt / 1000 watt/jam
                                                = 0,05 watt/jam
Biaya pemakaian listrik dalam incubator = 0,05 x (24 jam x 21 hari) x Rp. 750,-
                                                                  = 0,05 x 504 jam x Rp. 750,-
                                                                  = Rp. 18. 900,-
*) Penggunaan incubator tersebut dengan berdasar mesin penetas telur kapasitas 100 butir.
2. Analisa biaya listrik saat brooding
Seperti halnya saat penetasan telur, penghitungan biaya listrik saat brooding menggunakan lampu 1 (satu) buah dengan daya 60 watt untuk 100 ekor selama 30 hari. Jadi, analisanya adalah sebagai berikut :
Besar listrik dalam brooder = 60 watt
                                                = 60 watt / 1000 watt/jam
                                                = 0,06 watt/jam
Biaya pemakaian listrik dalam brooder = 0,06 x (12 jam x 30 hari) x Rp. 750,-
                                                                  = 0,06 x 360 jam x Rp. 750,-
                                                                  = Rp. 16. 200,-
*) Penggunaan brooding tersebut dengan kapasitas 100 ekor.
Itulah analisa biaya listrik dalam peternakan ayam kampung versi kami. Semoga dengan adanya analisa biaya ini dapat menjadikan acuan bagi peternak dalam pemeliharaan ayam kampung. Salam sukses peternak ayam Indonesia!
Jika kita sedang benar, maka jangan terlalu berani, Dan jika kita sedang salah, maka jangan terlalu takut, Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan kita. (Hoirun Nisa)
Berusahalah untuk tidak menghitung kesulitan, karena jika kamu terlalu menghitungnya, maka kemudahan akan terlihat biasa saja. (katakatabijak.com)

sumber: http://www.ternakayamkampung.com/2012/11/analisa-biaya-listrik-peternakan-ayam.html

Sistem Pemeliharaan Ayam Kampung

sistem pemeliharaan ayam kampung
Dalam usaha ternak ayam kampung sistem pemeliharaan ayam kampung adalah yang paling mendasar sebelum budidaya atau beternak ayam kampung. Sistem pemeliharaan ayam kampung erat kaitannya dengan sistem perkandangan dimana kandang dan cara memelihara akan berbeda pula perlakuannya. Di sini akan dijelaskan bagaimana memilih sistem pemeliharaan yang tepat, dan cocok untuk ternak ayam kampung.

Dari gambar di atas jelas bahwa sistem pemeliharaan ayam secara umum dibedakan menjadi 3. Ketiga sistem pemeliharaan ayam adalah sebagai berikut ini :
1. Sistem Intensif
2. Sistem Semi Intensif
3. Sistem Ekstensif

Sistem Intensif
Artinya ternak ditempatkan pada sebuah kandang dengan tempat atau ruang yang terbatas. Dengan tujuan penghematan tempat. Campur tangan peternak dengan sistem seperti ini sangat besar sekali mulai dari pemberian pakan, vaksinasi, pengambilan telur dll. Dengan metode seperti ini hasil ternak tergantung dari segi pemeliharaan yaitu peternak itu sendiri. Dengan metode seperti ini banyak yang digunakan dalam peternakan ayam ras dan bahkan ayam pelung atau ayam hias.
Sistem Semi Intensif
Artinya ternak ditempatkan ke dalam kandang yang berfungsi sebagai tempat berteduh di saat panas dan hujan. Terkadang diberi tempat umbaran yang berfungsi untuk berkeliaran. Dengan sistem pemeliharaan seperti ini campur tangan peternak terbatas pada pemberian pakan dan minum saja.
Sistem Ekstensif
Artinya ternak ditempatkan pada sebuah lahan dengan memberikan kebebasan kepada ternak untuk hidup dan berada di mana ia sukai (metode umbaran). Dengan tiada batasan inilah ayam akan berada di tempat yang mungkin berbeda-beda dalam mencari makan, bertelur dan lain sebagainya. Dengan sistem inilah yang masih diterapkan oleh peternak tradisional di berbagai tempat. Sistem ini lebih kecil melibatkan campur tangan peternak.

Metode yang cocok untuk ternak ayam kampung
Sebelum menggunakan sistem pemeliharaan ayam kampung, sebaiknya diperhitungkan terlebih dahulu modal dan hasil yang akan diperoleh. Ini dikarenakan pemilihan metode berkaitan dengan besar pengeluaran yang akan dikeluarkan dalam pembuatan kandang dan dalam pemeliharaan itu sendiri. Pada poin ini akan dijelaskan kekurangan dan kelebihan masing-masing metode yang mungkin kita bisa pilih mana yang terbaik.

Dalam sebuah buku pemeliharaan ayam kampung karya Dr. Ir Muhammad Rasyaf M.S bahwasanya metode yang cocok untuk digunakan dalam ternak ayam kampung pada umumnya adalah Semi Intensif dan Ekstensif. Tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhi. Misalkan dari segi banyak sedikitnya, tujuan ternak, dan lain sebagainya.

Pemilihan metode yang cocok diambil berdasarkan aspek penilaian dari peternak itu sendiri. Ini dimaksudkan agar peternak masuk dalam kategori yang mana. Metode pemeliharaan bergantung dari tingkat dan kualitas peternak dan keunggulan peternak. Dari berbagai aspek penilaian dan tujuan peternak ini akan saya posting tersendiri karena saking banyaknya aspek.
sumber: http://www.ternakayamkampung.com/2012/07/sistem-pemeliharaan-ayam-kampung.html

Membedakan Jenis Kelamin Anak Ayam

membedakan jenis kelamin anak ayam
 
Membedakan jenis kelamin anak ayam dalam istilah peternakan disebut chick sexing. Yaitu proses seleksi ayam berdasarkan jenis kelamin. Proses menyeleksi jenis kelamin anak ayam ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1933 oleh Prof. Masui dan Hasimoto. Dalam tujuan bisnis ternak ayam kampung chick sexing memiliki peranan penting dalam sistem pemeliharaan ternak ayam. Membedakan jenis kelamin DOC umur 1 hari memang sangat sulit. Dengan sedikit kesabaran dan ketekunan metode itu sangat mudah dan menarik untuk dilakukan. Berikut penjelasan cara membedakan jenis kelamin ayam pada umur 1 hari tersebut.

Tujuan
Mengetahui jenis kelamin bibit ayam kampung serta membedakan ayam berdasarkan pejantan dan betina.
Manfaat
Memberi perlakuan khusus terhadap pejantan dan betina
Mengelompokkan ayam berdasar jenis kelamin
Membuat rencana ternak berdasar jenis kelamin
Menyeleksi ayam berdasar jenis kelamin pada umur 1 hari

Setelah mengetahui tujuan dan manfaat membedakan jenis kelamin anak ayam maka langkah selanjutnya adalah chick sexing tersebut. Menyeleksi anak ayam atau DOC umur 1 hari lebih sulit dibanding ayam dewasa. Maka dari itu penulis ingin berbagi tips chick sexing tersebut.

1. Vent Sexing
Vent sexing adalah membedakan jenis kelamin berdasarkan lubang alat kelamin atau cloaca. Artinya kita harus melihat jenis kelamin dari sana. Untuk calon pejantan memiliki tonjolan seperti jerawat atau lubang jarum berwarna kuning, putih dan bahkan ada yang hitam sedangkan untuk calon betina tidak ada. Sedangkan bagi betina memiliki ovarium yang merupakan sel telur yang berbentuk seperti V. Vent sexing sangat sulit dikarenakan membedakan tonjolan yang sangat kecil. Namun bagi yang sudah berpengalaman maka vent sexing sangat mudah.
Pada kenyataannya tonjolan calon pejantan kadang tidak ada dan untuk betina malah ada tonjolan. Untuk itu mengapa peternakan besar yang memiliki sexer (petugas seleksi jenis kelamin) tidak bisa menjamin 100% ketepatan seleksi. Dengan metode ini masih menyisakan 5% ketidak pastian jenis kelamin.
vent sexing

2. Feather Sexing
Pada tahun 1969 metode membedakan jenis kelamin diperbaharui yaitu dengan Feather sexing yaitu menentukan jenis kelamin pada DOC dengan memperhatikan bagian tubuh ayam. Dalam hal ini adalah sayap pada anak ayam yaitu sayap primer dan sayap sekunder. Ayam betina lebih cepat tumbuh dari pada ayam pejantan. Sedangkan untuk calon pejantan biasanya lebih cepat besar. Dengan metode Feather sexing ini maka penyeleksian anak ayam akan lebih murah, mudah dan akurasi seleksi akan lebih tepat.
perbedaan pejantan dan betina

3. Alternatif Lain
Pada alternatif lain adalah menyeleksi bagi anak ayam yang masih ragu atas jenis kelamin tersebut. Alternatif yang digunakan adalah menunggu sampai tumbuh bulu secara penuh. Biasaya ayam yang berwarna mencolok akan menjadi pejantan. Itu sebabnya pejantan mempunyai warna yang beragam dari betina untuk menarik pasangannya. Seperti itulah salah satu cara beternak ayam kampung Anda tertarik bukan dengan warna bulu ayam kampung yang beragam? Itu sebabnya mengapa kita memilih ternak ayam kampung.
 
sumber:  http://www.ternakayamkampung.com/2012/06/membedakan-jenis-kelamin-anak-ayam.html

Pemeliharaan DOC Ayam Kampung



Melihara DOC ayam kampung perlu perhatian khusus. DOC atau anakan adalah masa rentan terhadap kematian. Jadi, perlu penanganan dan memeliharaan serta perhatian yang ekstra demi mencegah kemungkinan kematian anak ayam tersebut. Dalam halaman ini kami ingin berbagi bagaimana cara merawat DOC atau anak ayam pada usia 1-7 hari.
DOC usia 1-7 hari termasuk usia kritis dimana usia tersebut sering terjadi kematian. Sering kami melihat ayam yang diliarkan bila seekor induk ayam bersama 9-12 anak ayam kemungkinan hanya bertahan 7-8 ekor hingga usia dewasa. Untuk itu bila kita memelihara sejak dari DOC umur 1-7 hari perlu usaha merawat anak ayam dengan serius. Adapun tips memelihara anakan umur 1-7 hari adalah sebagai berikut :
1. Perkandangan
Persiapan kandang DOC
Sesaat sebelum kita memiliki DOC usahakan untuk membuat kandang terlebih dahulu. Kandang ayam untuk 1-7 hari disebut brooder. Broder adalah kandang pemanas untuk menggantikan lindungan induk ayam. Karena anak ayam tersebut masih membutuhkan panas berlebih dibanding suhu dari luar. Tempatkan kandang tersebut di dalam rumah untuk menghindari dari pemangsa dll.
Syarat Kandang
Pastikan kandang untuk anak ayam memudahkan kita memantau dan mengambil ayam serta berbagai peralatan untuk pemeliharaannya. Kandang terlalu rapat dan susah dibuka akan menyulitkan kita mengambil ayam, tempat pakan dll. Usahakan kita mudah untuk memasukkan dan mengeluarkan ayam, pakan, tempat minum dll secara cepat.
Alas Kandang
Untuk alas sebaiknya adalah datar atau rata. Penempatan DOC pada alas berlubang seperti strimin akan menyebabkan kaki pengkor karena ayam susah berdiri dan dipaksa mencengkeram alas. Jika sahabat merasa repot dengan kotorannya, gunakan strimin yang berlubang kecil
Dinding Kandang
Dinding haruslah terbuat dari bahan yang kedap udara. Tahan air dan kurangi beberapa bahan yang mengandung besi atau kawat.
2. Peralatan
Peralatan yang dipakai untuk pemeliharaan DOC umur 1-7 hari adalah tempat pakan, tempat minum, dan pemanas.
a. Tempat Pakan
Pemberian tempat pakan bila kita ambil perbandingan adalah 2:1. Intinya tempat pakan haruslah melebihi dari kapasitas ayam. Misal dalam kandang terdapat 20 ekor, dan 1 tempat pakan memuat 10 ekor maka tempat pakan haruslah diberi 3 buah. Hal ini memungkinkan DOC ayam tidak berebut saat makan.
Bila sahabat mengalami masalah pakan anak ayam yang berhamburan karena dikais-kais, maka gunakan nampan dan beri pakan ayam. Kemudian di atas pakan tersebut diberi strimin agar pakan tidak berhamburan. Cara ini lebih efektif dan efisien dibanding tempat pakan yang dibiarkan terbuka lebar.
b. Tempat Minum
Berilah tempat minum dengan keadaan yang bersih. Bisa membeli di poultry terdekat atau membuat sendiri dengan bambu yang dilubangi tiap ruasnya seperti kentongan. Di daerah kami menyebut clonthang (bahasa jawa). Gantilah air dengan yang baru paling lama 2 hari se-kali.
 
c. Pemanas
Banyak sumber panas dapat digunakan untuk menggantikan tugas induknya. Gunakan lampu pijar dengan 25-60 Watt sesuai kebutuhan. Tentu dengan memperhatikan suhu ideal untuk anak ayam seperti poin 5.
3. Pembuatan Broder Sederhana
Broder sederhana, efektif dan efisien adalah penggunaan kardus dengan memberikan alas koran di bawahnya. Berilah pemanas seperti poin 2 c.
4. Pemberian Pakan dan minum
Seperti yang sudah kami tulis tentang jenis pakan ayam berdasar umur. Kita harus memberikan jenis pakan yang tepat. Jangan sampai DOC umur 1-7 hari diberi pakan kasar. Berilah BR1 yang sudah dihaluskan agar tidak terjadi berak dan pengerasan kotoran pada anus anak ayam. Anak ayam membutuhkan protein lebih tinggi dibanding ayam dewasa sebesar 19-24%. Protein yang cukup memungkinkan anak ayam tumbuh cepat dan bulu tumbuh lebih cepat. Kami memberikan protein hewani seperti ulat hongkong dll. Bila ulat hongkong terlalu mahal sahabat bisa memberikan pelet ikan sebagai pengganti. Saya jamin anak ayam akan super cepat pertumbuhannya.
Pemberian minum yang manis akan menyebabkan anak ayam makan dengan lahap. Jadi berilah air gula jawa atau sejenis secukupnya. Jangan sampai menimbulkan semut di area kandang. Kami biasa mencampurkan dengan air wortel untuk mencegah mata sayup akibat cahaya lampu terlalu terang.
5. Suhu dalam kandang
Kami sudah menulis tentang suhu tepat untuk ayam kampung khususnya DOC. Dimana suhu ideal adalah 29-33 derajat Celsius. Pastikan untuk tidak kurang atau lebih terlalu banyak.
6. Vaksin
Seperti prinsip metode pemeliharaan kami yaitu memproduksi ayam kampung organik. Kami tidak memberikan vaksin kepada anak ayam. Ini dimaksudkan agar ayam terbiasa sejak awal untuk tidak dimasuki kandungan berbahaya. Kami memberikan rendaman air kapur atau gamping (jawa) sebagai pengganti vaksin. Sahabat bisa mengganti pelarut vaksin dengan air kelapa muda jika vaksin terpaksa diberikan. Air kelapa muda (kelapa hijau) lebih tahan lama setelah diencerkan selama 2 kali lipat dibanding aturan pemberian vaksin yaitu 4 jam. Biasanya vaksin harus diberikan 2 jam setelah diencerkan.
7.  Pemantauan
Pemantauan pertumbuhan adalah kegiatan terakhir setelah langkah-langkah di atas dilakukan. Pengecekan bila ada anak ayam yang kurang bergairah atau bahkan menunjukkan gejala sakit harus cepat ditangani dan dipisahkan. 
 
 
sumber : http://www.ternakayamkampung.com/2012/09/pemeliharaan-doc-ayam-kampung.html

Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula



Usaha ternak ayam kampung bisa diusahakan dalam skala kecil-kecilan ataupun besar-besaran tergantung modal yang tersedia. Namun kadang kita bingung untuk memulai usaha ini karena sering dihantui berbagai macam rintangan, kendala dan ketakutan lainnya. Rintangan dan kendala yang biasanya muncul sebelum kita memulai usaha beternak ayam kampung antara lain bagaimana agar ayam kampung bisa tetap hidup? Bagaimana jika ayam kampung sakit? Dari mana mendapatkan modal? Terus bagaimana kalau rugi? undefinedBagaimana kalau ini, kalau itu dan kalau-kalau yang lainnya.

Beternak ayam kampung sudah lama dilakukan oleh masyarakat kita, sehingga cara dan teknik beternak sebenarnya tidak perlu kami angkat ke permukaan. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman dan permintaan akan produk ini (daging dan telur) yang tidak sebanding dengan tingkat produksi maka kiranya perlu masalah ini kami angkat kembali terutama untuk yang ingin memulai usaha beternak ayam kampung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut tidak ada pilihan lain kecuali dengan mengubah cara beternak kita. Masyarakat kita selama ini menggunakan model pemeliharaan beternak ayam kampong secara ekstensif (diumbar) dan memang sudah semestinya kita mulai berganti minimal dengan model pemeliharaan semiintensif atau lebih-lebih bisa meningkat menjadi intensif.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa membantu anda untuk memulai usaha beternak ayam kampung:

Bangun keyakinan
Membangun keyakinan untuk memulai usaha ternak ayam kampung bukanlah hal yang gampang apalagi untuk orang yang tidak mempunyai latar belakang beternak sama sekali. Belakangan banyak kalangan yang memutar haluan untuk terjun di bisnis ini yang notabene bukan berlatar belakang seorang peternak. Mereka kebanyakan hanya bisa menangkap peluang tapi belum tahu cara beternak benar. Para usahawan yang bermodal tebal, orang yang mau pensiun ramai-ramai merintis usaha ini. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan (modal, mental dan sebagainya) dan siap dengan resiko dan kendala yang akan di alami. Sehingga resep jitu untuk membangun kenyakinan adalah dengan memaksimalkan kekuatan dalam diri kita dan siap dengan resiko yang akan di alami.

Singkirkan rintangan!
Semua bentuk usaha manusia di dalamnya dibutuhkan pengorbanan (ikhtiar), setelah itu kita hanya bisa pasrah bertawakkal kepada yang Maha Memberi Rezeki. Tidak perlu pergi ke dukun, orang pintar, paratidaknormal, dan sebagainnya agar usaha kita membawa keberhasilan karena hal itu akan membuat kita menjadi musryik bagi orang Islam. Akhir dari bentuk usaha yang akan kita jalankan adalah sukses (untung) dan gagal (rugi) tergantung bagaimana manajemen kita dalam mengendalikan usaha. Begitu juga kalau kita akan memulai usaha ternak yang pastinya kita harus sedikit faham dan menjadi suatu keharusan untuk belajar akan seluk beluk dan liku-liku cara beternak. Yang perlu dicatat adalah kita harus membedakan usaha barang mati dengan barang hidup. Dengan berbekal sedikit pengetahuan dari membaca, mengikuti pelatihan atau training, berkunjung atau magang langsung ke peternakan kami rasa sudah cukup sebagai modal pertama untuk memulai usaha. Modal keuangan kami rasa ‘gampang’, tapi yang paling sulit adalah modal mental termasuk didalamnya adalah sikap siap menerima resiko usaha. Berbeda jika kita sudah menjalani satu siklus usaha, di sana kita akan banyak mendapatkan pengalaman dan kita bisa melakukan evaluasi usaha kita. Kalau rugi kenapa dan kalau untung apa tidak bisa ditingkatkan pada siklus kedua atau berikutnya. Singkirkan rintangan dan tanamkan dalam diri kita sikap percaya diri untuk memulai usaha kita dengan modal seadanya, jangan terlalu muluk-muluk dan angan-angan yang belum jelas akhirnya.

Tentukan pilihan usaha
Setelah permintaan daging dan telur ayam kampung tidak sebanding dengan tingkat produksinya, masyarakat kita mulai membedakan usaha antara beternak ayam kampung untuk tujuan pedaging dan tujuan telur. Penting kiranya sejak dari awal kita sudah menfokuskan diri memilih usaha apa yang akan kita rintis. Karena dengan mengetahui tujuan usaha yang jelas kita akan semakin mudah dalam mengatur usaha kita serta mengambil langkah yang jelas pula. Janganlah memulai suatu usaha dengan tujuan yang tidak jelas karena hanya akan membawa hasil akhir yang tidak jelas pula. Banyak bertanya tentang ke dua pilihan usaha tersebut kepada pelaku usaha atau orang yang punya pegalaman akan usaha tersebut. Singkirkan sikap sok pintar, sok pandai, sok pengalaman dalam diri kita kalau ingin berhasil.

Menentukan lokasi usaha
Menentukan lokasi usaha ibarat kita akan memilih rumah atau tempat tingga untuk keluarga kita. Biasanya ada dua masalah dalam penentuan lokasi usaha ini yaitu calon peternak yang sudah mempunyai persiapan lahan dan calon peternak yang belum mempunyai lahan. Factor penentuan lokasi usaha seringkali diabaikan oleh calon peternak sehingga seringkali juga kita mendengar ada usaha peternakan yang berhenti ditengah jalan lantaran mendapat protes dari masyarakat sekitar dan tentu ini sangat merugikan. Secara umum lokasi untuk beternak ayam kampung dapat diusahakan di mana saja, akan tetapi kalau kita bisa memilih lokasi yang nyaman bagi ternak dan nyaman pula untuk masyarakat tentu itu sesuatu yang arif dan bijaksana. Lokasi untuk beternak ayam kampung sebisa mungkin terpisah dari permukiman penduduk minimal 10 meter. Yang perlu kita pertimbangkan adalah limbah bau amoniak yang ditimbulkan jangan sampai mengganggu warga sekitar. Lokasi juga kalau bisa dekat dengan sumber air, sarana produksi ternak (sapronak), pasar , transportasi mudah, dan aman.

Waktu memulai usaha
Pertanyaan selanjutnya adalah kapan kita akan memulai usaha? Usaha beternak ayam kampung dapat dimulai kapan saja asal semua factor pendukung usaha siap dan tersedia minimal bibit, pakan dan kandang. Tersedianya bibit, pakan, dan kandang saja belum cukup kalau tidak dibarengi dengan informasi pasar yang jelas. Waktu yang sedikit tepat untuk memulai usaha beternak ayam kampung adalah 2-3 bulan sebelum hari raya Iedul Fitri (lebaran), imlek dan tahun baru masehi. Mengapa? Karena pada waktu itu permintaan daging ayam kampung rata-rata meningkat sehingga kita tidak khawatir produksi kita tidak laku terjual.

Manajemen usaha
Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan beberapa cara antara lain dengan menetaskan sendiri atau langsung membeli DOC dari produsen terpercaya. Kalau anda menetaskan sendiri itu lebih baik dan lebih menguntungkan pula. Akan tetapi untuk menetaskan telur sendiri perlu sedikit keahlian dan biaya untuk membeli mesin penetas telur. Untuk praktisnya membeli DOC langsung mungkin jalan terbaik, dan seiring dengan bertambahnya waktu bisa mencoba menetaskan sendiri.
Pakan untuk ayam kampung sebenarnya cukup sederhana saja, akan tetapi kalau kita mempertimbangkan waktu dan keuntungan kiranya perlu membuat terobosan atau mencari sumber pakan berkualitas dengan harga murah. Jangan tertipu pakan jadi dengan harga murah, tapi kalau murah berkualitas tidaklah masalah.
Kandang untuk beternak ayam kampung cukup dibuat sederhana saja, akan tetapi kalau sudah yakin usaha kita akan dapat berjalan terus dalam waktu lama maka membangun kandang permanen adalah suatu keharusan. Kandang permanen biasanya akan terawat lebih baik daripada kandang yang bersifat sementara. Yang menjadi patokan dalam membangun kandang adalah arah kandang, dan kepadatan kandang. Kandang ayam kampong dapat dibuat berdasarkan fase pemeliharaan (bok, ren, atau postal).
Pencegahan dan penanganan penyakit adalah hal yang tak kalah pentingnya dalam usaha peternakan ayam kampong. Lebih baik mencegah daripada mengobati adalah prinsip yang harus dipegang oleh peternak untuk masalah ini. Mengapa? Usaha pencegahan jauh lebih murah biayanya daripada biaya yang kita keluarkan untuk mengobati. Usaha pencegahan penyakit ini bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan program sanitasi yang ketat, biosecurity, dan program vaksinasi. Sedangkan untuk usaha penanganan penyakit adalah dengan melakukan penanganan atau tindakan yang benar dalam mengobati penyakit.

Pemasaran
Anda tidak perlu bingung untuk memasarkan panenan ayam kampung baik berupa daging atau telurnya, insyaallah banyak jalan. Pasar tradisional, warung penyedia menu spesial ayam kampung, pengepul, pembeli ayam kampung keliling (obrok) tidak pernah berhenti untuk membeli produk ini. Kalau terdapat banyak peternak di suatu tempat atau wilayah maka sebaiknya membentuk suatu komunitas (asosiasi atau paguyuban) semisal koperasi peternak ayam kampung atau semisalnya. Insyaallah banyak manfaat kalau kita bergabung dengan koperasi atau paguyuban di antara salah satunya adalah untuk mengatasi masalah pemasaran produk.


sumber: ayam kampung sahara