Rabu, 12 Desember 2012

Langkah-langkah Pengobatan Penyakit Ayam

 
 
Langkah-langkah pengobatan penyakit ayam harus diketahui oleh peternak ayam. Ini dimaksudkan agar efektif dan efisiensi pengobatan dapat tercapai sehingga keuntungan dapat diraih oleh peternak. Intinya adalah penanganan yang tepat dan biaya yang seefisien mungkin dapat mengatasi masalah peternakan khususnya di bidang pengobatan penyakit ayam.
 
1. Kunci Pengobatan Efektif
a. Lingkungan yang kondusif dan mendukung
b. Registrasi label obat/kualitas obat
c. Ketepatan diagnosa penyakit
d. Manajemen penanganan penyakit
e. Dosis dan aplikasi yang tepat
f. Manajemen biaya pengobatan 
 
2. Diagnosa Penyakit
Diagnosa penyakit dapat diketahui melalui catatan kejadian mulai dari tanda-tanda hingga bedah bangkai (jika perlu). Seperti kita ketahui bahwa diagnosa penyakit pada ayam tidak semudah yang diamati. Katakan saja penyakit ngorok, belum tentu ayam terkena snot, bisa juga ada penyebab lain. Tingkat keparahan penyakit harus disesuaikan dengan dosis dan obat yang diberikan. Jangan sampai penyakit yang sudah parah diberikan obat dengan dosis yang rendah. Ini harus kita cermati dalam diagnosa penyakit. Jika bedah bangkai belum bisa mengetahui jenis penyakit maka langkah selanjutnya adalah pengecekan di laboratorium seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan fesese dll. Jika diagnosa tepat dan pemilihan obat tepat, maka produktifitas ayam akan kembali seperti semula. 
 
3. Ketepatan Aplikasi Pengobatan Penyakit Ayam
Setelah mengetahui penyakit dan tingkat keparahan ayam, maka langkah selanjutnya adalah aplikasi atau cara pengobatan penyakit ayam. Obat untuk ayam pada dasarnya terbagi menjadi 2 kategori yaitu lokal dan sistemik (seluruh tubuh). Dengan kata lain kita harus memilih dari 2 pengaplikasian pengobatan penyakit ayam tersebut. 
Untuk mencapai target yang dikehendaki maka pemberian obat pada ayam dilakukan dengan cara menyuntik. Ini dimaksudkan bahwa obat akan cepat tersalurkan dan tepat pada organ yang dituju tanpa melewati saluran pembuluh darah yang menyebabkan proses pengobatan menjadi lama.
Untuk pemberian obat melalui air minum dan ransum ada pula yang harus diperhatikan peternak. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat melalui air minum atau ransum adalah pencampuran obat harus tepat sesuai dosis atau takaran dan usahakan air atau ransum campuran obat tersebut dikonsumsi ayam selama 6 jam agar obat dapat bekerja secara optimal.
 
4. Ketepatan Dosis Obat
Kesalahan dosis dalam pengobatan penyakit pada ayam dapat menyebabkan ayam over dosis. Akibatnya ayam tidak sembuh malah bertambah parah. Kebanyakan dosis mengakibatkan keracunan sedangkan kekurangan dosis dapat menyebabkan resistensi. Itu sebabnya ketepatan dosis obat itu penting. Pada dasarnya dosis obat untuk ayam berdasarkan berat badan ayam tetapi pada praktiknya tetap mengikuti volume air. Biasanya ayam yang sakit mengalami penurunan konsumsi baik ransum ataupun air. Solusinya adalah kita hitung volume pakan atau air minum yang dikonsumsi ayam. Penghitungan air dan ransum ayam itu penting walaupun saat sehat dan sakit. Ini dimaksudkan agar konsumsi obat agar sesuai dengan dosis. Selain itu perlu diperhatikan bahwa pemberian larutan obat jangan sampai terkena matahari langsung serta pemberian tempat minum sesuai dengan kuota ayam yang sakit. Jangan mencampur obat selama lebih dari 8 jam, ini dimaksudkan agar obat tidak tercemar bakteri merugikan
 
5. Jangka Waktu Pengobatan
Pengobatan penyakit ayam harus memperhatikan jangka waktu pengobatan. Ini yang sering peternak abaikan, ketika ayam mulai sembuh dan pengobatan dihentikan. Pengobatan yang tidak sesuai dengan jangka waktu mengakibatkan resisten pada bibit penyakit. Hal yang paling parah adalah penyakit akan kebal dengan obat dan dosis yang sama. Jangka waktu pengobatan penyakit ayam adalah 3-5 hari dan pemberian obat adalah 2x sehari yaitu pagi dan sore
 
6. Cara Pengobatan Penyakit Ayam
Langkah selanjutnya adalah memilih cara pengobatan penyakit ayam. Seperti diutarakan pada poin 3 bahwa cara pengobatan penyakit ada 2 macam yaitu lewat air minum atau pakan dan suntikan atau injeksi. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cara pengobatan harus mempertimbangkan jenis obat, jenis penyakit, jumlah ayam, tingkat penyakit dan lama waktu pemberian obat. Pilihan yang tepat adalah pemberian obat yang banyak dilakukan dengan air minum sedangkan sisanya dengan suntikan. Efek pemberian suntikan adalah pengobatan yang cepat tetapi dapat menimbulkan stres pada ayam namun obat cepat diserap ayam. Sedang pemberian lewat air dapat menghemat waktu dan tenaga jika jumlah ayam yang sakit banyak namun dapat menyebabkan obat kurang diserap sempurna.
 
7. Pendukung Keberhasilan Pengobatan
Pendukung keberhasilan pengobatan adalah sarana atau alat yang digunakan. Air yang digunakan haruslah bersih dan tidak terkontaminasi oleh logam berat. Jika air dan suntikan terkontaminasi logam maka akibatnya obat akan mengendap dan tidak bekerja secara sempurna sehingga kualitas obat akan menurun. Kuncinya adalah rendam alat suntik dengan air mendidih dan jangan gunakan desinfektan
 
8. Kombinasi Obat
Dalam kenyataanya gejala yang timbul mungkin memiliki penyakit ganda apakah kita bisa mengkombinasi obat? Pada dasarnya tujuan kombinasi obat dapat dilakukan untuk menghemat biaya dan mengurangi gejala yang timbul dari gejala penyakit ganda. Namun jika kita hanya asal mencampur dan menggunakan alat yang seadanya akibatnya obat tidak akan berjalan dengan sempurna.
 
 
sumber: http://www.ternakayamkampung.com/2012/08/langkah-langkah-pengobatan-penyakit-ayam.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar